Langit

“… There are many worlds, but they share the same sky — one sky, one destiny.”

—Shiro Amano (via Kairi)

Belakangan saya jadi sering melihat langit. Meskipun di Depok (Tempat saya nge-kost sekarang) kalau malam, langitnya sudah banyak terkena polusi cahaya, sehingga banyak bintang yang tidak kelihatan, dan cahaya bulan makin redup.

Namun, langit yang seperti itu masih tetap bisa membuat saya terpana.

Saat matahari akan terbenam, pemandangan lembayung akan terlihat sangat indah, tempat favorit saya untuk melihat matahari terbenam (di Depok) adalah di depan Perpustakaan Pusat (Perpusat) UI. Biasanya, kalau shalat maghrib di Masjid UI, sebelumnya saya menyempatkan diri untuk melihat lembayung dari depan Perpusat. Kemarin saya sempat foto langitnya demi nge-post di blog ini.

IMG-20140107-WA0016

Saya selalu memikirkan banyak hal ketika melihat langit, mulai dari keluarga, kuliah, organisasi, cita-cita, bahkan masa depan, bisa dibilang, melihat langit adalah saat ‘muhasabah kecil’ saya.

Langit sangat besar, benar-benar besar, seperti bagian dari mimpi-mimpi saya yang belum tercapai. Karena itu, melihat langit juga mengingatkan saya agar terus bekerja lebih keras. Mungkin itu adalah sebab mengapa saya selalu mendapatkan semangat lebih ketika menatapi langit.

Yah, dimanapun kamu, apapun yang kamu lakukan sekarang, kita akan selalu melihat langit yang sama, kan?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s