Rasa (Kesal?)

TrainAda sekelimat ungkapan yang tidak dapat dinyatakan, ada seribu rahasia yang selalu ingin dikatakan, dan ada sejuta rasa yang ingin kuutarakan padamu, tetapi apa daya, diri ini belum mampu (dan boleh) mengucapkannya.

Tentang rasa, rasa tak ingin dikalahkan, rasa selalu ingin di depan, rasa kesal saat didahului, aneh bukan? Kau tau, itu bahkan belum termasuk rasa-rasa (aneh) lain yang kurasakan karenamu. Berbagai rasa itu, mau dikemanakan? Apakah aku harus menaruh di tempatnya yang sesuai? Di mana? Sampai kapan? Ah, dari dulu, aku sudah mengetahui jawaban dari keempat pertanyaan tersebut, dan aku selalu memercayai jawaban-jawaban plegmatis itu.

Hal ini sangat rumit untuk dipahami, bahkan jika dibandingkan dengan memahami segala konsep dan masalah matematis yang pernah kutemui selama ini. Selalu begitu, tidak pernah ada jawaban elegan yang dapat memuaskanku dalam masalah ini.

Aku juga selalu tau, waktulah yang akan membuktikan, apakah rasa ini akan semakin tebal, atau semakin pudar. Waktulah yang akan senantiasa setia berjalan untuk menyelesaikan segala masalah (dan rasa) yang ada–termasuk masalahku -dan mungkin masalahmu- ini.

Tugasku dan tugasmu untuk sekarang dan seterusnya adalah terus berbenah diri. Memperbaiki diri untuk sama-sama bermanfaat, sama-sama berharga, dan sama-sama pantas untuk berada di tempat terbaik–jika memang kita ditakdirkan untuk bersama, bersama dalam kebermanfaatan bagi dunia dan seisinya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s