Hujan di Pagi Hari

Image

Pagi ini, bagaikan kanvas lukisan yang putih bersih menyilaukan, belum terwarnai dengan sedikitpun coretan. Kau dan aku dapat melukisnya dengan berbagai warna indah yang kita inginkan.

Pagi ini, kau, aku, dan seluruh orang di dunia ini mengawali hari. Mengambil ancang-ancang untuk berlari secepat-cepatnya mengejar mimpi.

Pagi ini, kau bangun lebih dulu dariku; lagi, lagi, dan lagi. Padahal sudah kusiapkan berpuluh-puluh weker untuk mendahuluimu dalam hal ini.

Pagi ini, aku berangkat sedini mungkin. Aku berlari, tak mau tertinggal darimu yang selalu melangkahkan kaki dengan yakin.

Pagi ini, hujan turun membasahi bumi, memaksa langit hingga ia tidak terlihat biru. Katamu, hujan mencerminkan berjuta tawa dan haru. Kau benar; kau kan tidak pernah keliru.

Pagi ini, tanpa memerdulikan hujan yang turun sendu, kau tetap melesat cepat bagaikan kilat, berbeda dengan mereka yang terlalu banyak diam merindu.

Pagi ini, kita terpisahkan kembali oleh ruang dan waktu; kau berlari begitu cepat meninggalkanku.

Pagi ini, mungkin akan terasa sangat lama; karena kau dan aku belum dapat berjalan beriringan bersama.


Ilustrasi: Kotonoha no Niwa, Makoto Shinkai

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s