Kontemplasi #1

Aku selalu percaya dengan opini ini: manusia akan selalu dinamis dalam kesejatiannya sebagai makhluk. Ia harus terus berjalan walau tidak suka; bertahan menghadapi dinamika hidup yang penuh dengan retorika.

Aku juga (tidak pernah) percaya dengan pendapat ini: sejatinya semua manusia akan sukses, masalah kesuksesan hanyalah persoalan waktu. Kuyakin itu tidak akan terealisasi jika tidak ada aksi. Tak semua orang tercipta dan ditakdirkan untuk berhasil. Begitulah kenyataannya. Kejam? Memang, itulah dunia.

Niscaya dalam kehidupan kita akan melalui banyak kejadian: hambatan dan batasan yang… uh… selalu saja menjengkelkan; namun ada keinginan dan harapan yang menjadikan perjalanan hidup ini menyenangkan. Secara teori, seharusnya kita tidak perlu bosan: hidup ini sangat beragam–variatif dan berwarna. Hambatan dan batasan sejatinya diciptakan untuk kita hadapi dan taklukkan.

Waktu akan senantiasa berjalan begitu cepat, acuh tak peduli seberapa hebat kita dapat berkarya memberikan manfaat. Einstein, dalam teori relativitasnya berpostulat: cepatnya waktu tergantung dari persepsi masing-masing perseorangan; teori relativitas memang romantis–sekaligus menyedihkan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s