Makan

Bagi saya, makan – selain fungsi utamanya sebagai suplai energi dan gizi – adalah hiburan di sela-sela aktivitas sehari-hari saya yang cukup padat untuk dijalani. Rasanya saya asupan tenaga yang jauh lebih banyak jika dibandingkan dengan dulu.

Karena itu, saya jarang menahan diri ketika makan, bahkan hanya untuk sekedar ngemil berbagai cemilan atau minuman ringan. Sekarang, saya sudah jarang membeli air putih (gelas) yang dulu sering saya beli, tentu saja karena harganya murah.

Faktor lain yang membuat saya banyak makan adalah badan saya yang – entah mengapa – susah gemuk. Kata sebagian orang, metabolisme tubuh saya cukup baik, sehingga sebanyak apapun saya makan, berat badan saya tetap (cukup) proporsional tentu saja saya tidak cacingan. Ah iya, hal ini sangat saya syukuri.

Dan, mungkin ini faktor yang paling berpengaruh: Mama memerintahkan dan selalu mengingatkan saya agar jangan telat makan; jangan takut keluar uang banyak ketika makan, katanya. Terima kasih, Mah.

Alhasil, karena tiga hal di atas, saya termasuk orang yang makannya banyak. Padahal dulu, dalam sehari saya hanya menghabiskan 10-15 ribu untuk makan, sekarang saya hampir mencapai dua kali lipatnya meskipun sekarang sudah punya penghasilan sendiri. Cukup boros, ya?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s