Tafsir Al-Kahfi 13

“Kami ceritakan kisah mereka kepadamu (Muhammad) dengan sebenarnya. Sesungguhnya mereka itu adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambahkan kepada mereka petunjuk;”

Al-Kahf: 13

Dengan tertuliskannya cerita Ashabul Kahfi di Al-Qur’an, Allah menceritakan langsung kisah ini kepada Rasulullah, mengartikan bahwa cerita ini bukan sekedar dongeng atau hanya khayalan fiktif belaka.

Pemuda pada umumnya adalah orang yang kalah dengan nafsu keduniaannya, mereka memiliki keegoisan yang tinggi untuk meraih kesuksesan dunia, lebih tertarik kepada materi dibandingkan dengan agama. Sedangkan, pemuda-pemuda Kahfi adalah pemuda-pemuda pilihan yang mendapat hidayah terbaik dari Allah, beriman sempurna kepada Tuhan mereka, tidak syirik kepada Allah, dan tidak mencari dunia sebagai akhir dari tujuan hidup mereka.

Pada ayat ini, Allah menggunakan kata ‘fithyah‘ – yang kata dasarnya adalah ‘fath‘ (menang, kemenangan) – untuk menggambarkan pemuda, bukan ‘sya’bab‘ atau ‘rijal‘.

Allah menegaskan bahwa sebenarnya pemuda-pemuda Kahfi adalah sekelompok pemuda yang berjuang menuju kemenangan; berbangga dengan keimanan yang mereka pilih, tenang dan tenteram menuju kebenaran yang telah diketahui. Mereka yakin bahwa Allah adalah satu-satunya Tuhan langit dan bumi, penguasa seluruh semesta alam.


Anyway, ayat ini juga menginspirasi abang-abang kita dalam merumuskan pembukaan UUD IKM UI, lho! 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s